<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Prof. Dr. Ir. Ichsan Setya Putra &#8211; ASATU UPDATE</title>
	<atom:link href="https://asatuupdate.com/tag/prof-dr-ir-ichsan-setya-putra/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://asatuupdate.com</link>
	<description>Lugas dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Thu, 27 Aug 2026 09:08:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>
	<item>
		<title>Hadapi Variasi Ukuran Produk Tekstil, Mahasiswa UPER Rancang Alat Bantu Quality Control</title>
		<link>https://asatuupdate.com/2026/08/27/hadapi-variasi-ukuran-produk-tekstil-mahasiswa-uper-rancang-alat-bantu-quality-control/</link>
					<comments>https://asatuupdate.com/2026/08/27/hadapi-variasi-ukuran-produk-tekstil-mahasiswa-uper-rancang-alat-bantu-quality-control/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Aug 2026 09:08:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[AsatuUpdate]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa UPER Rancang Alat Bantu]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Dr. Ir. Ichsan Setya Putra]]></category>
		<category><![CDATA[United Nations Industrial Development Organization (UNIDO)]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://asatuupdate.com/?p=462</guid>

					<description><![CDATA[AsatuUpdate &#8211; Industri tekstil dan pakaian jadi Indonesia tumbuh 5,39 persen pada periode 2024–2025, diikuti&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>AsatuUpdate &#8211; Industri tekstil dan pakaian jadi Indonesia tumbuh 5,39 persen pada periode 2024–2025, diikuti<br />
oleh peningkatan investasi industri tekstil, pakaian jadi, dan alas kaki sebesar 31,1 persen menjadi Rp39,21 triliun pada 2024.</p>
<p>Pertumbuhan ini turut meningkatkan kebutuhan akan proses quality control yang efisien untuk menjaga kualitas dan kesesuaian produk. United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) mencatat bahwa penggunaan instrumen<br />
pengujian yang tepat dapat meningkatkan kualitas dan produktivitas sekaligus menekan biaya<br />
produksi.</p>
<p>Upaya meningkatkan efisiensi proses tersebut turut dilakukan oleh Muhammad Fajar Ikhlas dan Daven Trihasanaki Dersa, mahasiswa Program Studi Teknik Logistik Universitas Pertamina (UPER), melalui pengembangan alat bantu pengukuran seragam.</p>
<p>Alat ini mempercepat proses<br />
quality control dengan membantu mengidentifikasi kesesuaian ukuran dan deviasi dari standar hanya dengan membentangkan seragam pada alat ukur.</p>
<p>“Ide ini muncul ketika kami terlibat dalam program PF SESAMA. Jumlah seragam yang harus diperiksa cukup banyak dengan ukuran dan spesifikasi yang beragam, sehingga proses<br />
pengukuran harus dilakukan berulang. Dari situ, kami mencoba membuat alat sederhana yang dapat membantu pengecekan menjadi lebih cepat dan tetap sesuai standar,” ujar Fajar.</p>
<p>Dalam program tersebut, Teknik Logistik UPER menangani proses quality control, pengemasan, hingga pengiriman 6.888 paket bantuan seragam dan perlengkapan sekolah bagi siswa jenjang SD dan SMP atau sederajat ke berbagai daerah di Indonesia. Distribusi turut menjangkau berbagai daerah termasuk wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), yang membutuhkan<br />
ketepatan pengelolaan logistik karena jarak dan aksesibilitasnya.</p>
<p>Alat yang dikembangkan Fajar dan Daven kemudian digunakan dalam proses quality control dan turut diberikan kepada vendor untuk membantu mengidentifikasi ketidaksesuaian ukuran<br />
sebelum barang dikirim ke UPER.</p>
<p>Penggunaan alat yang sama juga membantu tim dan vendor memiliki acuan pengukuran yang lebih konsisten, sehingga proses pengecekan dapat dilakukan dengan standar yang sama pada setiap tahapan.</p>
<p>“Kami mencoba membuat tools yang tidak hanya mempercepat pengukuran, tetapi juga<br />
memberikan acuan yang sama bagi setiap orang yang melakukan pengecekan. Dengan begitu, penentuan kesesuaian ukuran tidak hanya bergantung pada cara masing-masing pemeriksa,”<br />
kata Daven.</p>
<p>Dosen Teknik Logistik UPER sekaligus pembimbing pengembangan alat tersebut, Adji Candra Kurniawan, Iwan Sukarno, dan Yelita Anggiane Iskandar, bersama laboran Nanda Ruswandi,<br />
mengatakan bahwa penggunaannya membantu menyederhanakan proses pemeriksaan ribuan<br />
seragam dengan spesifikasi yang beragam.</p>
<p>“Alat ini membantu mempercepat proses pengukuran. Seragam cukup dibentangkan untuk<br />
mengetahui kesesuaian ukuran dan melihat sejauh mana deviasinya dari standar. Kami juga memberikannya kepada vendor agar potensi kesalahan dapat diminimalkan sejak awal,” ujar Yelita.</p>
<p>Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. Ir. Ichsan Setya Putra, mengatakan pengalaman menyelesaikan persoalan nyata menjadi bagian penting dari pembelajaran di Teknik Logistik UPER untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi kebutuhan industri yang terus berkembang.</p>
<p>Logistik saat ini tidak hanya berbicara tentang bagaimana barang berpindah dari satu titik ke titik lain, tetapi bagaimana rantai pasok dikelola secara efisien, adaptif, dan berkelanjutan.</p>
<p>Karena itu, mahasiswa Teknik Logistik UPER kami bekali dengan pembelajaran yang dekat dengan persoalan nyata, mulai dari rantai pasok global, logistik energi berkelanjutan, hingga logistik maritim.</p>
<p>Pengalaman seperti ini penting agar mereka mampu menggunakan keilmuannya untuk menghasilkan solusi yang relevan bagi industri dan masyarakat,” ujar Prof.<br />
Ichsan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://asatuupdate.com/2026/08/27/hadapi-variasi-ukuran-produk-tekstil-mahasiswa-uper-rancang-alat-bantu-quality-control/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dukung Hilirisasi Energi, Universitas Pertamina Perkuat Riset dan Inovasi</title>
		<link>https://asatuupdate.com/2026/08/14/dukung-hilirisasi-energi-universitas-pertamina-perkuat-riset-dan-inovasi/</link>
					<comments>https://asatuupdate.com/2026/08/14/dukung-hilirisasi-energi-universitas-pertamina-perkuat-riset-dan-inovasi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Aug 2026 05:56:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[AsatuUpdate]]></category>
		<category><![CDATA[prioritas hilirisasi dan ketahanan energi nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Dr. Ir. Ichsan Setya Putra]]></category>
		<category><![CDATA[Rektor Universitas Pertamina]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://asatuupdate.com/?p=348</guid>

					<description><![CDATA[AsatuUpdate &#8211; Pemerintah menyiapkan 18 proyek prioritas hilirisasi dan ketahanan energi nasional dengan nilai investasi&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>AsatuUpdate &#8211;<br />
Pemerintah menyiapkan 18 proyek prioritas hilirisasi dan ketahanan energi nasional dengan nilai investasi mencapai Rp618,13 triliun. Proyek tersebut mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari minyak dan gas, petrokimia, hingga energi terbarukan.</p>
<p>Dalam agenda ini, perguruan tinggi turut memiliki peran melalui pengembangan riset dan inovasi yang dapat menjawab kebutuhan industri dan mendorong terciptanya nilai tambah.</p>
<p>Universitas Pertamina (UPER) mengambil peran tersebut dengan memperkuat orientasi riset menuju pemanfaatan yang lebih luas. Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. Ir. Ichsan Setya Putra, menempatkan research for value creation sebagai salah satu arah pengembangan riset UPER.</p>
<p>“Kedekatan Universitas Pertamina dengan ekosistem industri energi memberikan peluang besar untuk membawa hasil penelitian lebih dekat pada penerapan. Kami ingin mendorong riset tidak berhenti pada publikasi, tetapi berkembang menjadi inovasi yang dapat diadopsi, dihilirisasi, dan menciptakan nilai bagi industri maupun masyarakat,” ungkap Prof. Ichsan di sela pelantikan Rektor Universitas Pertamina periode 2026–2031 pada 31 Juli 2026.</p>
<p>Prof. Ichsan menyebut arah tersebut sebagai upaya mendorong pergeseran dari publikasi sebagai research output menuju research for value creation. Publikasi ilmiah tetap menjadi bagian penting, namun hasil penelitian juga perlu didorong menuju adopsi, hilirisasi inovasi, dan pemanfaatan yang lebih luas.</p>
<p>“Universitas Pertamina memiliki posisi strategis karena berada dalam ekosistem industri energi nasional. Kami ingin menggeser paradigma dari research output menjadi research for value creation. Publikasi tetap menjadi bagian penting, tetapi hasil penelitian perlu dioptimalkan melalui adopsi riset, hilirisasi inovasi, dan kolaborasi global untuk memberikan dampak nyata bagi industri dan ketahanan energi nasional,” ujar Prof. Ichsan.</p>
<p>Arah tersebut ditopang kapasitas riset dan jejaring kolaborasi yang telah berkembang di UPER. Sejak berdiri hingga 2025, Universitas Pertamina telah menghasilkan lebih dari 1.200 penelitian dan 2.500 publikasi ilmiah, serta mencatat lebih dari 370 paten dan hak cipta.</p>
<p>UPER juga telah membangun kerja sama dengan lebih dari 90 mitra di sektor energi dan mitra internasional, yang menjadi modal untuk memperluas kolaborasi riset sekaligus mendorong pemanfaatan hasil penelitian.</p>
<p>Fokus pada energi juga berjalan beriringan dengan komitmen UPER terhadap pembangunan berkelanjutan. Melalui Sustainability Center, UPER mengembangkan kajian dan kolaborasi yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), termasuk pada isu energi dan transisi menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan.</p>
<p>“Transisi energi bukan hanya persoalan perubahan sumber energi, tetapi juga membutuhkan penguasaan teknologi, inovasi, dan sumber daya manusia. Di sinilah perguruan tinggi dapat mengambil peran melalui pendidikan dan riset yang mampu menghasilkan solusi bagi kebutuhan energi masa depan,” jelas Prof. Ichsan.</p>
<p>Untuk memperkuat kontribusi tersebut, dalam lima tahun ke depan UPER akan mendorong riset agar semakin terhubung dengan kebutuhan industri. Salah satunya melalui pengembangan Energy Innovation Hub yang mempertemukan dosen, mahasiswa, industri, serta mitra riset nasional dan internasional. Ekosistem ini juga akan dilengkapi pipeline hilirisasi untuk mendorong hasil penelitian potensial menuju implementasi dan komersialisasi.</p>
<p>“Hilirisasi membutuhkan kolaborasi yang kuat antara perguruan tinggi dan industri. Kami ingin kolaborasi tersebut bergerak lebih jauh menuju co-creation, sehingga persoalan nyata industri dapat menjadi bagian dari agenda riset dan hasil penelitian yang potensial memiliki jalur yang lebih jelas menuju implementasi dan komersialisasi,” tambah Prof. Ichsan.</p>
<p>Sebagai langkah awal, UPER akan memperluas riset bersama industri dan kemitraan internasional, sekaligus memetakan hasil penelitian potensial untuk dikembangkan dan dimanfaatkan.</p>
<p>Dengan fokus pada energi dan keberlanjutan, UPER juga akan memperkuat karakter mahasiswa yang kreatif, adaptif, dan berintegritas untuk menyiapkan talenta dan inovasi yang mendukung transformasi sektor energi Indonesia.(*/joh).</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://asatuupdate.com/2026/08/14/dukung-hilirisasi-energi-universitas-pertamina-perkuat-riset-dan-inovasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
