<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Universitas Pertamina &#8211; ASATU UPDATE</title>
	<atom:link href="https://asatuupdate.com/tag/universitas-pertamina/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://asatuupdate.com</link>
	<description>Lugas dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Sun, 19 Jul 2026 07:48:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>
	<item>
		<title>Mahasiswa Universitas Pertamina Rancang Instalasi Air Bersih, Ubah Air Gambut Jadi Sumber Air Bersih</title>
		<link>https://asatuupdate.com/2026/07/19/mahasiswa-universitas-pertamina-rancang-instalasi-air-bersih-ubah-air-gambut-jadi-sumber-air-bersih/</link>
					<comments>https://asatuupdate.com/2026/07/19/mahasiswa-universitas-pertamina-rancang-instalasi-air-bersih-ubah-air-gambut-jadi-sumber-air-bersih/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Jul 2026 07:47:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Capstone Design]]></category>
		<category><![CDATA[Instalasi Pengolahan Air (IPA)]]></category>
		<category><![CDATA[Teknik Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Pertamina]]></category>
		<category><![CDATA[UPER]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://asatuupdate.com/?p=280</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, AsatuUpdate &#8211; Bagi jutaan masyarakat yang tinggal di kawasan gambut, memperoleh air bersih masih&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta, <a href="https://asatuupdate.com/">AsatuUpdate</a> &#8211; Bagi jutaan masyarakat yang tinggal di kawasan gambut, memperoleh air bersih masih menjadi tantangan sehari-hari. Meski dikelilingi sumber air yang melimpah, sekitar 41 juta penduduk Indonesia yang hidup di wilayah gambut belum tentu dapat memanfaatkannya secara langsung karena sifat air yang asam, berwarna cokelat, serta mengandung zat organik dan logam dalam kadar tinggi sehingga harus diolah terlebih dahulu sebelum digunakan.</p>
<p>Berangkat dari kebutuhan tersebut, tim mahasiswa Teknik Lingkungan Universitas Pertamina (UPER) yang terdiri atas Muhammad Karunia Vivaldi, Geovanny Tampubolon, Monica Septyani, Muhammad Raihan Rachman, dan Tiara Wulan Win Nedhari merancang Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gambut Skala Komunal melalui pembelajaran Capstone Design sebagai alternatif penyediaan air bersih yang ekonomis, mudah dioperasikan, dan berkelanjutan.</p>
<p>“Desa Indrapura kami pilih sebagai lokasi studi kasus karena karakteristiknya merepresentasikan tantangan penyediaan air bersih di kawasan lahan gambut. Konsep utama perancangan ini adalah menyesuaikan setiap tahapan pengolahan dengan karakteristik air baku sekaligus proyeksi kebutuhan air masyarakat hingga 20 tahun ke depan. Dengan pendekatan tersebut, sistem yang dirancang tidak hanya mampu meningkatkan kualitas air, tetapi juga memiliki potensi untuk diterapkan secara berkelanjutan dan dikembangkan di wilayah lahan gambut lainnya,” ujar Vivaldi, Ketua Tim.</p>
<p>Sebelum merancang instalasi, tim menguji kualitas air gambut di Desa Indrapura. Hasil pengujian menunjukkan air memiliki tingkat keasaman (pH) sekitar 3, sedangkan air minum yang aman umumnya memiliki pH 6,5–8,5. Selain itu, air juga berwarna cokelat pekat serta mengandung besi dan mangan melebihi baku mutu, sehingga harus diolah terlebih dahulu sebelum digunakan oleh masyarakat.</p>
<p>Dalam merancang instalasi, tim mempertimbangkan efektivitas pengolahan, biaya pembangunan, kebutuhan lahan, serta kemudahan operasi dan pemeliharaan agar sistem dapat diterapkan oleh masyarakat. Sistem ini mengolah air melalui beberapa tahap, mulai dari menurunkan tingkat keasaman, menyaring zat pencemar, hingga pemurnian menggunakan teknologi Reverse Osmosis (RO). Hasilnya, air yang semula berwarna cokelat dan mengandung besi serta mangan dapat diolah menjadi air yang memenuhi standar kualitas air bersih.</p>
<p>&#8220;Kami merancang sistem yang tidak hanya efektif mengolah air gambut menjadi air bersih, tetapi juga mudah dioperasikan dan dipelihara oleh masyarakat. Harapannya, teknologi ini dapat menjadi solusi yang berkelanjutan bagi desa-desa yang menghadapi persoalan serupa,&#8221; tambah Vivaldi.</p>
<p>Dosen Pembimbing dari Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Pertamina, Dr.Eng. Ari Rahman, S.T., M.Eng., menilai inovasi tersebut menunjukkan bagaimana proses pembelajaran di perguruan tinggi dapat menghasilkan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.</p>
<p>&#8220;Melalui Capstone Design pada Mata Kuliah Proyek Terintegrasi Berbasis Lingkungan (PTBL), mahasiswa tidak hanya belajar menyelesaikan persoalan teknis, tetapi juga merancang solusi berbasis data yang mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi agar dapat diterapkan secara nyata di masyarakat,&#8221; jelas Dr. Ari.</p>
<p>Pjs. Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. tech. Djoko Triyono, M.Si., mengapresiasi inovasi yang dihasilkan mahasiswa sebagai wujud pembelajaran yang berorientasi pada penyelesaian persoalan nyata di masyarakat.</p>
<p>&#8220;Pengembangan solusi untuk akses air bersih merupakan bagian dari komitmen Universitas Pertamina dalam mendukung pencapaian SDG 6 (Clean Water and Sanitation). Capaian kami sebagai perguruan tinggi swasta peringkat keempat terbaik di Indonesia pada kategori SDG 6 dalam THE Impact Rankings 2026 menjadi motivasi untuk terus menghasilkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat,&#8221; ujar Prof. Djoko.(*)</p>
<p>Sumber: Humas UPER</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://asatuupdate.com/2026/07/19/mahasiswa-universitas-pertamina-rancang-instalasi-air-bersih-ubah-air-gambut-jadi-sumber-air-bersih/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sulap Minyak Jelantah Jadi Produk Perawatan Sepatu, Mahasiswa UPER Raih Pendanaan P2MW 2026</title>
		<link>https://asatuupdate.com/2026/07/05/sulap-minyak-jelantah-jadi-produk-perawatan-sepatu-mahasiswa-uper-raih-pendanaan-p2mw-2026/</link>
					<comments>https://asatuupdate.com/2026/07/05/sulap-minyak-jelantah-jadi-produk-perawatan-sepatu-mahasiswa-uper-raih-pendanaan-p2mw-2026/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Jul 2026 13:09:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Inkubasi Bisnis UPER]]></category>
		<category><![CDATA[Program Studi Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Pertamina]]></category>
		<category><![CDATA[UPER]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://asatuupdate.com/?p=247</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, AsatuUpdate &#8211; Sekitar sepertiga minyak jelantah yang dihasilkan di Indonesia setiap tahun belum berhasil&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta, <a href="https://asatuupdate.com/">AsatuUpdate</a> &#8211; Sekitar sepertiga minyak jelantah yang dihasilkan di Indonesia setiap tahun belum berhasil dimanfaatkan kembali. Dari estimasi 200.000–300.000 ton minyak jelantah yang dihasilkan, sekitar 100.000 ton di antaranya masih terbuang atau tidak terkumpul.</p>
<p>Kondisi tersebut mendorong empat mahasiswa Program Studi Ekonomi Universitas Pertamina, Azrina Rahmah, Nurhalizah, Ariens Traiyu Pudita, dan Aisyah Fitryah, mengembangkan ReSoleve, produk perawatan sepatu 2-in-1 berbahan dasar minyak jelantah yang menggabungkan pembersih sepatu (foam cleaner) dan balsam kulit sepatu (leather balm). Berbeda dari produk sejenis, ReSoleve memanfaatkan minyak jelantah yang telah dimurnikan dan dipadukan dengan ekstrak daun marjoram serta bunga sedap malam sebagai pewangi alami.</p>
<p>Melalui inovasi tersebut, Tim ReSoleve berhasil memperoleh pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Tim ini lolos setelah bersaing dengan 3.005 proposal dari 570 perguruan tinggi di seluruh Indonesia pada proses seleksi April–Juni 2026. Pendanaan tersebut akan dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperluas pemasaran ReSoleve melalui berbagai platform digital.</p>
<p>&#8220;Kami melihat minyak jelantah bukan sekadar limbah, tetapi sebagai sumber daya yang masih memiliki potensi untuk diolah menjadi produk bernilai tambah. Melalui ReSoleve, kami ingin menunjukkan bahwa konsep ekonomi sirkular dapat diterapkan melalui inovasi sederhana yang bermanfaat bagi masyarakat maupun lingkungan,&#8221; ujar Nurhalizah.</p>
<p>Untuk memastikan aman digunakan sebagai bahan baku, minyak jelantah terlebih dahulu dimurnikan melalui beberapa tahapan, mulai dari penyaringan sisa makanan, penghilangan bau dan warna, hingga penetralan zat-zat yang terbentuk akibat penggunaan berulang. Setelah itu, minyak diolah menjadi dua produk, yaitu foam cleaner (pembersih sepatu) dan leather balm (balsam kulit sepatu).</p>
<p>&#8220;Pada pembersih sepatu, minyak jelantah yang telah dimurnikan diolah menggunakan kalium hidroksida (KOH) sehingga menghasilkan bahan pembersih yang mampu mengangkat kotoran. Kami kemudian menambahkan ekstrak daun marjoram dan bunga sedap malam sebagai pewangi alami agar produk tidak hanya efektif membersihkan, tetapi juga memiliki aroma yang lebih segar. Sementara itu, balsam kulit sepatu dibuat dengan memadukan minyak jelantah murni dan beeswax (lilin lebah) untuk membantu menjaga kelembapan serta kilau kulit sepatu,&#8221; jelas Nurhalizah.</p>
<p>Dosen pendamping Tim ReSoleve, Rico Ricardo, S.E., M.Ec., menilai keberhasilan memperoleh pendanaan P2MW menjadi bukti bahwa inovasi mahasiswa memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi usaha berkelanjutan.</p>
<p>&#8220;Pendanaan sebesar Rp10 juta akan dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas produksi serta memperluas pemasaran melalui media sosial dan platform e-commerce. Berdasarkan rencana bisnis yang telah disusun, ReSoleve diproyeksikan mampu menghasilkan keuntungan sekitar Rp14 juta per bulan,&#8221; kata Rico.</p>
<p>Inovasi ReSoleve selaras dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-12, yaitu Responsible Consumption and Production. Pjs. Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. tech. Djoko Triyono, M.Si., menyatakan apresiasi mendalam atas capaian mahasiswa dalam mengintegrasikan kepedulian lingkungan ke dalam praktik wirausaha.</p>
<p>“Tidak hanya didukung oleh proses pembelajaran khususnya melalui peminatan Energy Economy and Sustainability pada Program Studi Ekonomi UPER, mahasiswa juga mendapatkan pendampingan wirausaha melalui program Inkubasi Bisnis UPER. Saat ini telah memberikan pendampingan kepada 62 tim dengan total pendanaan mencapai Rp180 juta,” tutup Prof. Djoko.(*)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://asatuupdate.com/2026/07/05/sulap-minyak-jelantah-jadi-produk-perawatan-sepatu-mahasiswa-uper-raih-pendanaan-p2mw-2026/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perkuat Nilai Keberlanjutan di Lingkungan Kampus, UPER Jadi Tuan Rumah SDGs Center Conference 2026</title>
		<link>https://asatuupdate.com/2026/06/30/perkuat-nilai-keberlanjutan-di-lingkungan-kampus-uper-jadi-tuan-rumah-sdgs-center-conference-2026/</link>
					<comments>https://asatuupdate.com/2026/06/30/perkuat-nilai-keberlanjutan-di-lingkungan-kampus-uper-jadi-tuan-rumah-sdgs-center-conference-2026/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2026 11:43:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian PPN/Bappenas]]></category>
		<category><![CDATA[SDGs Center]]></category>
		<category><![CDATA[SDGs Center Conference (SCC)]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Pertamina]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://asatuupdate.com/?p=241</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, AsatuUpdate &#8211; Perubahan iklim, ketahanan pangan, hingga kesenjangan sosial menjadi tantangan yang membutuhkan kolaborasi&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta, <a href="https://asatuupdate.com/">AsatuUpdate</a> &#8211; Perubahan iklim, ketahanan pangan, hingga kesenjangan sosial menjadi tantangan yang membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Di tengah capaian Indonesia yang telah mencapai 61,4 persen indikator Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) hingga 2024, pemerintah bersama perguruan tinggi meresmikan 100 SDGs Center sebagai upaya mempercepat solusi berbasis riset, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat.</p>
<p>Plt. Kepala Sekretariat Nasional SDGs Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas), Pungkas Bahjuri Ali, Ph.D., mengatakan bahwa perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam menjembatani kapasitas akademik dengan kebutuhan pembangunan di lapangan. Menurutnya, kampus menjadi penghubung antara upaya pembangunan di tingkat lokal, nasional, hingga global melalui riset, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor.</p>
<p>&#8220;Melalui SDGs Center, perguruan tinggi menghubungkan hasil riset menjadi kebijakan dan aksi nyata. Peran tersebut diwujudkan dengan menghasilkan inovasi, menyediakan rekomendasi berbasis data bagi pemerintah, memberdayakan masyarakat, serta membangun kolaborasi lintas sektor untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan,&#8221; jelas Pungkas.</p>
<p>Pernyataan tersebut disampaikan dalam pembukaan SDGs Center Conference (SCC) 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian PPN/Bappenas bersama Indonesia SDGs Center Network (ISCN). Mengusung tema &#8220;Penguatan Peran SDGs Center: Mendorong Aksi Lokal untuk Capaian SDGs Nasional dan Kemitraan Global&#8221;, konferensi berlangsung pada 25–26 Juni 2026 di Kantor Bappenas dan Universitas Pertamina, sekaligus menjadi momentum peresmian 100 SDGs Center di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.</p>
<p>Dalam sesi SDGs Lecture, Chief Sustainability Officer National Dong Hwa University (NDHU) Taiwan, Prof. Chun-Hung Lee, menyampaikan perspektif internasional mengenai kontribusi perguruan tinggi terhadap implementasi SDGs. Prof. Lee menekankan bahwa kampus memiliki peran penting dalam membangun resiliensi masyarakat, khususnya melalui pengembangan kapasitas adaptif dan manajemen bencana berbasis komunitas.</p>
<p>&#8220;Kapasitas adaptif adalah kunci utama dari resiliensi. Membangun kemampuan sistem, institusi, dan masyarakat bukan hanya untuk bertahan dari ancaman lingkungan seperti perubahan iklim, tetapi juga mampu beradaptasi secara proaktif dan memanfaatkan peluang di balik krisis. Dalam hal ini, sektor pendidikan dapat berkontribusi melalui berbagai kegiatan berbasis komunitas,&#8221; ujar Prof. Lee.</p>
<p>Sementara itu, Presiden Indonesia SDGs Center Network (ISCN), Bayu Arie Fianto, menilai terbentuknya 100 SDGs Center menjadi tonggak penting dalam memperkuat kolaborasi antarkampus di Indonesia.</p>
<p>&#8220;Setiap perguruan tinggi memiliki kekuatan yang berbeda. Melalui kolaborasi, institusi dapat saling memperluas jaringan, memperkuat keunggulan masing-masing, serta mendorong pengembangan pendidikan berkelanjutan. Melalui ISCN, seluruh pengalaman tersebut diharapkan dapat saling melengkapi,&#8221; ujar Bayu.</p>
<p>Pjs. Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. tech. Djoko Triyono, M.Si., mengatakan bahwa kepercayaan menjadi tuan rumah SDGs Center Conference 2026 bersama Kementerian PPN/Bappenas merupakan wujud komitmen Universitas Pertamina melalui Sustainability Center dalam mendukung pencapaian SDGs melalui pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta kolaborasi dengan pemerintah, industri, dan berbagai mitra pembangunan.</p>
<p>&#8220;Universitas Pertamina memiliki keunikan karena berada di persimpangan antara dunia akademik dan industri energi. Melalui Sustainability Center, kami ingin menunjukkan bahwa pendidikan tinggi dapat menjadi penggerak lahirnya solusi keberlanjutan yang tidak hanya berbasis ilmu pengetahuan, tetapi juga relevan dengan kebutuhan sektor industri,&#8221; ungkap Pjs. Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. tech. Djoko Triyono, M.Si.(*)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://asatuupdate.com/2026/06/30/perkuat-nilai-keberlanjutan-di-lingkungan-kampus-uper-jadi-tuan-rumah-sdgs-center-conference-2026/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kreator Konten Sekaligus Penulis, Raditya Dika dan Rizky Arief Kupas Kunci Sukses Monetisasi Bisnis di Universitas Pertamina</title>
		<link>https://asatuupdate.com/2026/06/15/kreator-konten-sekaligus-penulis-raditya-dika-dan-rizky-arief-kupas-kunci-sukses-monetisasi-bisnis-di-universitas-pertamina/</link>
					<comments>https://asatuupdate.com/2026/06/15/kreator-konten-sekaligus-penulis-raditya-dika-dan-rizky-arief-kupas-kunci-sukses-monetisasi-bisnis-di-universitas-pertamina/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Jun 2026 10:11:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis & Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[CEO]]></category>
		<category><![CDATA[Inkubasi Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Pertamina]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://asatuupdate.com/?p=176</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, AsatuUpdate – Di tengah otomatisasi digital dan ketatnya persaingan kerja, ekonomi kreatif berkembang sebagai&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta, <a href="https://asatuupdate.com/">AsatuUpdate</a> – Di tengah otomatisasi digital dan ketatnya persaingan kerja, ekonomi kreatif berkembang sebagai salah satu ruang kewirausahaan yang menjanjikan bagi generasi muda. Data BPS (2025) menunjukkan sektor ini terus menyerap jutaan tenaga kerja di Indonesia. Namun, potensi tersebut masih dihadapkan pada tantangan mendasar, terutama kemampuan mengubah ide kreatif menjadi produk atau bisnis yang relevan dengan kebutuhan pasar.</p>
<p>“Generasi muda memiliki segudang ide cemerlang, namun belum mampu memaksimalkan perputaran uang (monetisasi) dari hobi mereka karena tidak adanya market match, yaitu kesesuaian antara produk yang diciptakan dengan apa yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat. Padahal, modal utama untuk memenangkan persaingan di industri yaitu keberanian untuk mencoba serta ketekunan dalam mengubah keresahan di sekitar menjadi solusi,” ungkap kreator konten sekaligus penulis Raditya Dika.</p>
<p>Pernyataan tersebut disampaikan dalam sesi diskusi edukatif bertajuk “The Digital Native: Mastering Hype, Creativepreneurship, and Business Execution” yang diselenggarakan Universitas Pertamina bekerja sama dengan J&amp;T Connect Preneur dan Narasi pada Selasa (9/6). Tingginya relevansi tema terlihat dari antusiasme peserta, dengan jumlah pendaftar yang mencapai lebih dari 800 orang. Melalui forum ini, peserta diajak memahami bagaimana kreativitas, pemahaman pasar, dan kemampuan eksekusi menjadi faktor penting dalam membangun bisnis di tengah lanskap ekonomi digital yang semakin kompetitif.</p>
<p>Lebih lanjut, Radit menekankan bahwa kemampuan mengeksekusi ide bisnis berangkat dari pemahaman terhadap kekuatan diri. Menurutnya, seseorang tidak harus menguasai banyak hal sekaligus. Sebaliknya, menemukan satu keterampilan spesifik yang paling dikuasai dan terus mengembangkannya justru dapat menjadi modal utama untuk membangun nilai jual yang kuat.</p>
<p>Melengkapi pandangan tersebut, pebisnis sekaligus CEO produk parfum lokal HMNS, Rizky Arief, mengajak peserta melihat passion bukan sebagai bakat bawaan, melainkan sesuatu yang dibangun melalui proses belajar dan konsistensi dalam mengeksekusi ide.</p>
<p>“Tanpa disadari, passion kerap bermula dari keresahan masyarakat yang terus berulang. Tugas kita adalah meriset dan menemukan pasar yang benar-benar membutuhkan solusi dari kita. Lebih dari itu, di era digital ini kita dituntut untuk bisa menghidupkan imajinasi yang relevan di benak masyarakat. Imajinasi dan cerita inilah yang nantinya menjadi magnet utama bagi calon pembeli,” ujar Rizky.</p>
<p>Sebagai pelaku bisnis yang bertumbuh di ruang digital, Rizky juga menyoroti kompleksitas kompetisi bisnis saat ini. Ia menjelaskan bahwa di era digital, sebuah produk dapat dengan cepat viral, tetapi juga mudah tergeser ketika tren berganti atau muncul kompetitor dengan pendekatan yang lebih relevan. Ditambah lagi, perubahan algoritma platform digital dan preferensi audiens yang dinamis membuat pelaku usaha tidak lagi cukup hanya mengandalkan intuisi. Karena itu, menurutnya, kemampuan membaca perilaku konsumen, mengevaluasi keberhasilan maupun kegagalan, serta menyesuaikan strategi secara berkelanjutan menjadi kompetensi penting bagi wirausaha masa kini.</p>
<p>Sementara itu, Pjs. Rektor Universitas Pertamina, Prof. Ir. tech. Djoko Triyono, M.Si., menegaskan komitmen universitas dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang mendukung lahirnya creativepreneur muda.</p>
<p>“Wawasan dari para praktisi pada kegiatan ini sejalan dengan komitmen <a href="https://asatuupdate.com/">Universitas Pertamina</a> dalam mencetak lulusan yang adaptif dan mampu menciptakan peluang. Karena itu, kami menghadirkan fasilitas Inkubasi Bisnis sebagai ruang pendampingan agar ide-ide inovatif mahasiswa tidak berhenti pada konsep, tetapi dapat diuji, divalidasi pasar, dan berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan. Sampai tahun 2025 Inkubasi Bisnis UPER telah mendampingi sebanyak 62 tim dengan total pendanaan mencapai 180 juta,” tegas Prof. Djoko.(Joh)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://asatuupdate.com/2026/06/15/kreator-konten-sekaligus-penulis-raditya-dika-dan-rizky-arief-kupas-kunci-sukses-monetisasi-bisnis-di-universitas-pertamina/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mau Jago Renang? Intip 3 Tips dari Derryl Nandana, Atlet UPER yang Tembus PON</title>
		<link>https://asatuupdate.com/2026/06/15/mau-jago-renang-intip-3-tips-dari-derryl-nandana-atlet-uper-yang-tembus-pon/</link>
					<comments>https://asatuupdate.com/2026/06/15/mau-jago-renang-intip-3-tips-dari-derryl-nandana-atlet-uper-yang-tembus-pon/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Jun 2026 09:46:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Generasi Z]]></category>
		<category><![CDATA[Pertamina]]></category>
		<category><![CDATA[PON 2024]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Pertamina]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://asatuupdate.com/?p=172</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, AsatuUpdate &#8211; Belakangan, tren hidup aktif dan berolahraga semakin digandrungi Generasi Z, termasuk renang.&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta, <a href="https://asatuupdate.com/">AsatuUpdate</a> &#8211; Belakangan, tren hidup aktif dan berolahraga semakin digandrungi Generasi Z, termasuk renang. Selain melatih hampir seluruh otot tubuh, olahraga air ini juga diketahui memberikan manfaat bagi kesehatan kardiovaskular (Ferreira et al., 2024). Namun, untuk benar-benar mahir di olahraga ini, latihan rutin saja tidak cukup. Diperlukan teknik yang tepat, konsistensi, serta kemampuan menjaga fokus dan mental selama latihan.</p>
<p>Hal inilah yang dijalani Derryl Nursavero Nandana, mahasiswa Program Studi Komunikasi Universitas Pertamina (UPER) angkatan 2025 yang menorehkan prestasi di cabang finswimming. Sebagai atlet termuda yang berlaga di PON 2024, Derryl kembali meraih juara pertama kategori bi-fins nomor 100, 200, dan 400 meter pada Banten Finswimming Festival 2026, serta juara kedua kategori surface nomor 50 meter. Dari pengalamannya sebagai atlet, Derryl membagikan tiga tips bagi siapa saja yang ingin menekuni olahraga renang.</p>
<p><strong>Jaga Keseimbangan Tubuh dengan “Ketenangan”</strong><br />
Dalam renang, posisi tubuh yang sejajar di permukaan air menjadi kunci agar gerakan lebih efisien dan tubuh tidak cepat lelah. Banyak pemula mengalami kesulitan karena posisi pinggul tenggelam akibat otot inti (core) yang belum cukup kuat menopang tubuh. Untuk mengatasinya, Derryl rutin melatih kekuatan core melalui sejumlah gerakan seperti plank, flutter kicks, dan superman pose. Selain latihan fisik, ia juga melakukan yoga maupun meditasi untuk membantu menjaga fokus dan ketenangan sebelum latihan.</p>
<p>&#8220;Kunci kecepatan itu ada pada ketenangan. Saya rutin meditasi dan melatih otot inti agar pikiran jernih dan tubuh tetap stabil. Saat tubuh lurus di permukaan, gerakannya jadi lebih efisien, tidak perlu mengeluarkan banyak tenaga, tapi tetap meluncur jauh,&#8221; ungkap Derryl.</p>
<p><strong>Kendalikan Rasa Jenuh dengan Rehat Sejenak</strong><br />
Renang adalah olahraga yang repetitif dan bisa membosankan jika dilakukan terus-menerus di bawah tekanan prestasi. Saat performa terasa stagnan atau mulai malas ke kolam, jangan dipaksakan. Derryl memilih untuk kembali menjadi &#8220;mahasiswa normal&#8221; sejenak untuk mengisi ulang motivasinya.</p>
<p>&#8220;Kalau sudah jenuh, saya biasanya rehat dan mengerjakan kegiatan mahasiswa biasa, seperti main game atau kumpul bareng teman. Waktu santai ini justru bikin saya lebih tenang buat mengevaluasi diri sebelum balik lagi ke latihan,&#8221; pungkas Derryl.</p>
<p><strong>Latihan Maksimal Dimulai dari Pikiran yang Fokus</strong><br />
Menjalani peran sebagai mahasiswa sekaligus atlet menuntut kedisiplinan dalam mengatur waktu dan fokus. Menurut Derryl, latihan renang yang optimal tidak hanya bergantung pada kondisi fisik, tetapi juga pikiran yang tenang. Karena itu, Derryl membiasakan diri menyelesaikan tugas kuliah sebelum latihan agar dapat lebih fokus saat berada di kolam.</p>
<p>“Sejak awal, saya disiplin membagi waktu. Saya biasanya mengerjakan tugas sebelum jadwal latihan dimulai. Jadi, waktu latihan saya bisa lebih fokus karena pikiran sudah nggak terbagi lagi dengan deadline kampus,” ujar Derryl.</p>
<p>Capaian luar biasa Derryl ini mendapat apresiasi langsung dari Pjs. Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. techn. Djoko Triyono, M.Si. Prof. Djoko menyebut prestasi ini sebagai representasi nilai-nilai pengembangan karakter di UPER.</p>
<p>&#8220;Prestasi Derryl di ajang nasional membuktikan bahwa mahasiswa Universitas Pertamina mampu tampil unggul di berbagai medan. Kemampuannya mengelola stres dan mengatur waktu adalah bentuk karakter tangguh yang selalu kami dorong dalam proses pembelajaran serta kegiatan non akademik seperti penyelenggaraan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Melalui pendekatan komunikasi yang suportif, UPER senantiasa mendampingi mahasiswa agar keunggulan akademik dan prestasi non-akademik dapat berjalan harmonis dan saling melengkapi,&#8221; tutup Prof. Djoko.(Joh)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://asatuupdate.com/2026/06/15/mau-jago-renang-intip-3-tips-dari-derryl-nandana-atlet-uper-yang-tembus-pon/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
