<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>UPER &#8211; ASATU UPDATE</title>
	<atom:link href="https://asatuupdate.com/tag/uper/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://asatuupdate.com</link>
	<description>Lugas dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Sun, 19 Jul 2026 07:48:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://asatuupdate.com/go/wp-content/uploads/2026/09/cropped-Screenshot_2026-09-09-17-43-29-93_40deb401b9ffe8e1df2f1cc5ba480b12_copy_596x105-32x32.jpg</url>
	<title>UPER &#8211; ASATU UPDATE</title>
	<link>https://asatuupdate.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mahasiswa Universitas Pertamina Rancang Instalasi Air Bersih, Ubah Air Gambut Jadi Sumber Air Bersih</title>
		<link>https://asatuupdate.com/2026/07/19/mahasiswa-universitas-pertamina-rancang-instalasi-air-bersih-ubah-air-gambut-jadi-sumber-air-bersih/</link>
					<comments>https://asatuupdate.com/2026/07/19/mahasiswa-universitas-pertamina-rancang-instalasi-air-bersih-ubah-air-gambut-jadi-sumber-air-bersih/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Jul 2026 07:47:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Capstone Design]]></category>
		<category><![CDATA[Instalasi Pengolahan Air (IPA)]]></category>
		<category><![CDATA[Teknik Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Pertamina]]></category>
		<category><![CDATA[UPER]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://asatuupdate.com/?p=280</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, AsatuUpdate &#8211; Bagi jutaan masyarakat yang tinggal di kawasan gambut, memperoleh air bersih masih&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta, <a href="https://asatuupdate.com/">AsatuUpdate</a> &#8211; Bagi jutaan masyarakat yang tinggal di kawasan gambut, memperoleh air bersih masih menjadi tantangan sehari-hari. Meski dikelilingi sumber air yang melimpah, sekitar 41 juta penduduk Indonesia yang hidup di wilayah gambut belum tentu dapat memanfaatkannya secara langsung karena sifat air yang asam, berwarna cokelat, serta mengandung zat organik dan logam dalam kadar tinggi sehingga harus diolah terlebih dahulu sebelum digunakan.</p>
<p>Berangkat dari kebutuhan tersebut, tim mahasiswa Teknik Lingkungan Universitas Pertamina (UPER) yang terdiri atas Muhammad Karunia Vivaldi, Geovanny Tampubolon, Monica Septyani, Muhammad Raihan Rachman, dan Tiara Wulan Win Nedhari merancang Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gambut Skala Komunal melalui pembelajaran Capstone Design sebagai alternatif penyediaan air bersih yang ekonomis, mudah dioperasikan, dan berkelanjutan.</p>
<p>“Desa Indrapura kami pilih sebagai lokasi studi kasus karena karakteristiknya merepresentasikan tantangan penyediaan air bersih di kawasan lahan gambut. Konsep utama perancangan ini adalah menyesuaikan setiap tahapan pengolahan dengan karakteristik air baku sekaligus proyeksi kebutuhan air masyarakat hingga 20 tahun ke depan. Dengan pendekatan tersebut, sistem yang dirancang tidak hanya mampu meningkatkan kualitas air, tetapi juga memiliki potensi untuk diterapkan secara berkelanjutan dan dikembangkan di wilayah lahan gambut lainnya,” ujar Vivaldi, Ketua Tim.</p>
<p>Sebelum merancang instalasi, tim menguji kualitas air gambut di Desa Indrapura. Hasil pengujian menunjukkan air memiliki tingkat keasaman (pH) sekitar 3, sedangkan air minum yang aman umumnya memiliki pH 6,5–8,5. Selain itu, air juga berwarna cokelat pekat serta mengandung besi dan mangan melebihi baku mutu, sehingga harus diolah terlebih dahulu sebelum digunakan oleh masyarakat.</p>
<p>Dalam merancang instalasi, tim mempertimbangkan efektivitas pengolahan, biaya pembangunan, kebutuhan lahan, serta kemudahan operasi dan pemeliharaan agar sistem dapat diterapkan oleh masyarakat. Sistem ini mengolah air melalui beberapa tahap, mulai dari menurunkan tingkat keasaman, menyaring zat pencemar, hingga pemurnian menggunakan teknologi Reverse Osmosis (RO). Hasilnya, air yang semula berwarna cokelat dan mengandung besi serta mangan dapat diolah menjadi air yang memenuhi standar kualitas air bersih.</p>
<p>&#8220;Kami merancang sistem yang tidak hanya efektif mengolah air gambut menjadi air bersih, tetapi juga mudah dioperasikan dan dipelihara oleh masyarakat. Harapannya, teknologi ini dapat menjadi solusi yang berkelanjutan bagi desa-desa yang menghadapi persoalan serupa,&#8221; tambah Vivaldi.</p>
<p>Dosen Pembimbing dari Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Pertamina, Dr.Eng. Ari Rahman, S.T., M.Eng., menilai inovasi tersebut menunjukkan bagaimana proses pembelajaran di perguruan tinggi dapat menghasilkan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.</p>
<p>&#8220;Melalui Capstone Design pada Mata Kuliah Proyek Terintegrasi Berbasis Lingkungan (PTBL), mahasiswa tidak hanya belajar menyelesaikan persoalan teknis, tetapi juga merancang solusi berbasis data yang mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi agar dapat diterapkan secara nyata di masyarakat,&#8221; jelas Dr. Ari.</p>
<p>Pjs. Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. tech. Djoko Triyono, M.Si., mengapresiasi inovasi yang dihasilkan mahasiswa sebagai wujud pembelajaran yang berorientasi pada penyelesaian persoalan nyata di masyarakat.</p>
<p>&#8220;Pengembangan solusi untuk akses air bersih merupakan bagian dari komitmen Universitas Pertamina dalam mendukung pencapaian SDG 6 (Clean Water and Sanitation). Capaian kami sebagai perguruan tinggi swasta peringkat keempat terbaik di Indonesia pada kategori SDG 6 dalam THE Impact Rankings 2026 menjadi motivasi untuk terus menghasilkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat,&#8221; ujar Prof. Djoko.(*)</p>
<p>Sumber: Humas UPER</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://asatuupdate.com/2026/07/19/mahasiswa-universitas-pertamina-rancang-instalasi-air-bersih-ubah-air-gambut-jadi-sumber-air-bersih/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sulap Minyak Jelantah Jadi Produk Perawatan Sepatu, Mahasiswa UPER Raih Pendanaan P2MW 2026</title>
		<link>https://asatuupdate.com/2026/07/05/sulap-minyak-jelantah-jadi-produk-perawatan-sepatu-mahasiswa-uper-raih-pendanaan-p2mw-2026/</link>
					<comments>https://asatuupdate.com/2026/07/05/sulap-minyak-jelantah-jadi-produk-perawatan-sepatu-mahasiswa-uper-raih-pendanaan-p2mw-2026/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Jul 2026 13:09:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Inkubasi Bisnis UPER]]></category>
		<category><![CDATA[Program Studi Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Pertamina]]></category>
		<category><![CDATA[UPER]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://asatuupdate.com/?p=247</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, AsatuUpdate &#8211; Sekitar sepertiga minyak jelantah yang dihasilkan di Indonesia setiap tahun belum berhasil&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta, <a href="https://asatuupdate.com/">AsatuUpdate</a> &#8211; Sekitar sepertiga minyak jelantah yang dihasilkan di Indonesia setiap tahun belum berhasil dimanfaatkan kembali. Dari estimasi 200.000–300.000 ton minyak jelantah yang dihasilkan, sekitar 100.000 ton di antaranya masih terbuang atau tidak terkumpul.</p>
<p>Kondisi tersebut mendorong empat mahasiswa Program Studi Ekonomi Universitas Pertamina, Azrina Rahmah, Nurhalizah, Ariens Traiyu Pudita, dan Aisyah Fitryah, mengembangkan ReSoleve, produk perawatan sepatu 2-in-1 berbahan dasar minyak jelantah yang menggabungkan pembersih sepatu (foam cleaner) dan balsam kulit sepatu (leather balm). Berbeda dari produk sejenis, ReSoleve memanfaatkan minyak jelantah yang telah dimurnikan dan dipadukan dengan ekstrak daun marjoram serta bunga sedap malam sebagai pewangi alami.</p>
<p>Melalui inovasi tersebut, Tim ReSoleve berhasil memperoleh pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Tim ini lolos setelah bersaing dengan 3.005 proposal dari 570 perguruan tinggi di seluruh Indonesia pada proses seleksi April–Juni 2026. Pendanaan tersebut akan dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperluas pemasaran ReSoleve melalui berbagai platform digital.</p>
<p>&#8220;Kami melihat minyak jelantah bukan sekadar limbah, tetapi sebagai sumber daya yang masih memiliki potensi untuk diolah menjadi produk bernilai tambah. Melalui ReSoleve, kami ingin menunjukkan bahwa konsep ekonomi sirkular dapat diterapkan melalui inovasi sederhana yang bermanfaat bagi masyarakat maupun lingkungan,&#8221; ujar Nurhalizah.</p>
<p>Untuk memastikan aman digunakan sebagai bahan baku, minyak jelantah terlebih dahulu dimurnikan melalui beberapa tahapan, mulai dari penyaringan sisa makanan, penghilangan bau dan warna, hingga penetralan zat-zat yang terbentuk akibat penggunaan berulang. Setelah itu, minyak diolah menjadi dua produk, yaitu foam cleaner (pembersih sepatu) dan leather balm (balsam kulit sepatu).</p>
<p>&#8220;Pada pembersih sepatu, minyak jelantah yang telah dimurnikan diolah menggunakan kalium hidroksida (KOH) sehingga menghasilkan bahan pembersih yang mampu mengangkat kotoran. Kami kemudian menambahkan ekstrak daun marjoram dan bunga sedap malam sebagai pewangi alami agar produk tidak hanya efektif membersihkan, tetapi juga memiliki aroma yang lebih segar. Sementara itu, balsam kulit sepatu dibuat dengan memadukan minyak jelantah murni dan beeswax (lilin lebah) untuk membantu menjaga kelembapan serta kilau kulit sepatu,&#8221; jelas Nurhalizah.</p>
<p>Dosen pendamping Tim ReSoleve, Rico Ricardo, S.E., M.Ec., menilai keberhasilan memperoleh pendanaan P2MW menjadi bukti bahwa inovasi mahasiswa memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi usaha berkelanjutan.</p>
<p>&#8220;Pendanaan sebesar Rp10 juta akan dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas produksi serta memperluas pemasaran melalui media sosial dan platform e-commerce. Berdasarkan rencana bisnis yang telah disusun, ReSoleve diproyeksikan mampu menghasilkan keuntungan sekitar Rp14 juta per bulan,&#8221; kata Rico.</p>
<p>Inovasi ReSoleve selaras dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-12, yaitu Responsible Consumption and Production. Pjs. Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. tech. Djoko Triyono, M.Si., menyatakan apresiasi mendalam atas capaian mahasiswa dalam mengintegrasikan kepedulian lingkungan ke dalam praktik wirausaha.</p>
<p>“Tidak hanya didukung oleh proses pembelajaran khususnya melalui peminatan Energy Economy and Sustainability pada Program Studi Ekonomi UPER, mahasiswa juga mendapatkan pendampingan wirausaha melalui program Inkubasi Bisnis UPER. Saat ini telah memberikan pendampingan kepada 62 tim dengan total pendanaan mencapai Rp180 juta,” tutup Prof. Djoko.(*)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://asatuupdate.com/2026/07/05/sulap-minyak-jelantah-jadi-produk-perawatan-sepatu-mahasiswa-uper-raih-pendanaan-p2mw-2026/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
